4 Metode Kontrasepsi yang Mempengaruhi Libido

4 Metode Kontrasepsi yang Mempengaruhi Libido

4 Metode Kontrasepsi yang Mempengaruhi Libido. Di dalam metode kontrasepsi dapat membantu Anda dalam merencanakan kehamilan, sehingga Anda bisa lebih santai saat berhubungan seksual. Selain memengaruhi mental, obat kontrasepsi juga diketahui dapat memengaruhi libido menjadi sangat naik atau sebaliknya, menjadi sangat turun, Kebanyakan alat kontrasepsi memengaruhi libido secara negatif dan penyebabnya adalah hormon. Obat kontrasepsi bisa menjadi biang keladinya, karena obat ini mengandung dan memengaruhi jumlah hormon reproduksi di dalam tubuh. Langsung saja berikut ini adalah beberapa obat yang dapat mempergaruhi gairah seksual atau libido pada wanita atau 4 Metode Kontrasepsi yang Mempengaruhi Libido.

4 Metode Kontrasepsi yang Mempengaruhi Libido Wanita

1. Pil

Semua tergantng bagaimana hormon yang terkandung di dalam pil akan berinteraksi dengan tubuh anda, tetapi berkurangnya libido adalah efek samping dari kontrasepsi oral yang umum dilaporkan. Biang keladinya adalah testorion, hormon yang bertangung jawab untuk gairah. Beberapa bentuk kontrol kelahiran dapat secara signifikan merendahkan tingkat testoteron. Selain itu, perubahan suasana hati juga dapat berkaitan dengan pengunaan pil, yang dapat mempengaruhi tingkat keinginan atau gairah wanita.

Ada banyak pilihan ketika wanita memilih kontrasepsi oral. Sehinga, untuk memperbaiki suatu masalah, mereka mungkin hanya cukup beralih merek. Sebagai contoh, pengunaan pil monophasic dengan jumlah hormon yang sama dari hari-kehari dapat menyebabkan penurunan dorongan seksual. Kadang-kadang, beralih ke metode triphasic ( yang memberikan koktail hormon yang berbeda sebagai siklus kemajuan ) akan membantu wanita tetap pada suasana hati mereka. Namun, semua bentuk kontrasepsi oral mempengaruhi kadar hormon dan berpotensi mengubah libido seorang wanita, mungkin anda harus mencari metode lain untuk mengendalikan kelahiran. beberapa wanita mencapai sukses dalam menjaga dorongan seksual yang tinggi dengan ortho evra.

2. Depo-Provera

Depo-provera adalah suntikan yang kadang-kadang di gunakan untuk mengobati, dengan harapan dapat menghilangkan dorongan seksual yang mengurangi resiko pelangaran berulang. Sementara, injeksi dapat membuat wanita mengalami mensruasi yang menyakitkan, sehing depo-provera bisa mengakibatkan masalah libido. Meskipun depo-provera sangat efektif untuk mengontrol kelahiran dengan satu kali injeksi setiap tiga bulan, tetapi dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, bahkan kadang-kadang konstan, serta suasana hati berubah-ubah, yang selanjutnya bisa mempengaruhi libido wanita.

3. IUD ( Intra Uterine Device )

IUD adalah benda berbentuk T yang di masukan kedalam rahim dan bisa tingal disana hinga sepuluh tahun. IUD tersedia dalam dua bentuk, yaitu paragard memiliki kawat tembaga yang membungkus di sekitarnya, dan mirena yaitu melepaskan hormon. IUD yang berbentuk paragard dapat menyebabkan kram yang menyakitkan dan menstruasi berat, tetapi biasanya tidak mempengaruhi pada libido. Semetara itu, yang berbentuk mirena, karena obat tersebut melepaskan hormon sintetis, maka pemakainya bisa menyebabkan masalah libido dan perubahan suasana hati.

4. Lunella

Lunella ialah sebuah suntikan biasa yang memperlukan kunjungan bulanan dokter. Lunella telah diketahui menyebabkan hilangnya hasrat seksual pada beberapa wanita dan efek samping lain, seperti perubahan suasana hati yang mirip dengan gejala yang timbul pada kontrasepsi oral.

Itulah artikel 4 Metode Kontrasepsi yang Mempengaruhi Libido wanita, selamat membaca semoga bermanfaat hususnya para wanita.

Baca juga: 6 Faktor Obat Penyebab Rendahnya Libido Gairah Seksual Wanita