Anak 8 tahun merokok 16 batang sehari

Anak 8 tahun merokok 16 batang sehari

Namanya Dihan Awalidan, Anak berusia delapan tahun asal Cicapar, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat sudah menjadi perokok berat. Anak berusia tujuh tahun ini mampu menghisap 16 batang per hari. Dihan kecanduan rokok sejak berusia 3 tahun. Kedua orang tua anak ini mengatakan mereka tidak berdaya untuk menghentikan kebiasaan buruk anaknya.

Semenjak kecil, Dihan Awalidan selalu menolak untuk bermain dengan teman-teman seusianya. Dihan lebih memilih merokok. Setiap hari Dihan membeli rokok dari uang jajan sekolah atau mencuri uang dari dompet orang tuanya.

“Kalau tidak diberi uang, dia akan marah-marah. Jika tidak diberi juga dia akan mencuri uang ibunya,” ujar Iyan, 37, ayah Dihan.

Walaupun orang tua dan gurunya memohon agar Dihan menghentikan kebiasaan buruknya itu, tapi dia tak pernah memperdulikannya. Dihan sembunyi-sembunyi sering pergi ke sawah untuk merokok. Saat ini Dihan memang sudah mengurangi kebiasaan merokoknya, tapi dia tidak bisa menghentikannya.

Tati, 33, Ibunya, juga sudah putus asa melihat kebiasaan buruk anak laki-lakinya itu. Ibunya sangat khawatir terhadap kerusakan jangka panjang yang bisa mengganggu kesehatan Dihan di masa remajanya. “Jika Dihan tidak merokok ia menangis. Sekarang dia merokok diam-diam. Dia sering merokok di ladang atau sawah dekat rumah,” kata ibunya.

Bibir Dihan Awalidan  sudah mulai menghitam akibat sering merokok. Kebisaan Dihan ini makin memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar rokok terbesar kelima di dunia, di mana sepertiga dari anak-anak Indonesia telah mencoba merokok sebelum usia 10 tahun. Saat ini berdasarkan catatan badan kesehatan dunia (WHO), lebih dari 61 juta orang di Indonesia adalah perokok. Dua per tiganya ditempati laki-laki yang masuk dalam kategori pecandu.

Apakah ini salah pemerintah – yang enggan tegas dengan perusahaan rokok – atau salah dua bocah ini? Sila tulis pendapat Anda di kotak komentar.

Waspadalah, untuk orang tua yang sudah mempunyai keturunan, mendidik anak tidak hanya terbatas pada teori dan nasihat, namun juga harus dibarengi dengan praktik dan kenyataan. Selain itu, anak-anak umumnya akan meniru apa yang mereka saksikan. Jika perbuatan dan perilaku kita tidak sesuai dengan norma yang berlaku maka jangan heran jika anak anda bisa sangat nakal dan sulit diatur. Jangan sampai anak seperti kategori di atas.

Baca juga: Fantastis Asa Gadis Cantik Tingal Di Rimba Bikin Netizen Heboh Anda Wajib Membacanya