Bilamana Laki-Laki Mengalami Disfungsi Seksual

Bilamana Laki-Laki Mengalami Disfungsi Seksual

Bilamana Laki-Laki Mengalami Disfungsi Seksual. Apa yang terjadi bila laki-laki mengalami gangguan fungsi seksual ? Pertanyaan ini dapat dimunculkan karna sangat mungkin banyak orang tidak memahaminya. Masalahnya laki-laki yang mengalami disfungsi seksual tidak nampak atau merasa sakit. Si Laki-Laki tampak sehat dan gagah dan jantan seperti orang sehat yang lainya. Bisa mungkin tampak lebih segar dan sehat serta lebih gagah dri pada Laki-Laki lain yang fungsi seksualnya normal. Akan tetapi laki-laki yang mengalami gangguan disfungsi seksual adalah lelaki tidak sehat, lemah tidak berdaya, dan bahkan sangat menderita. Selain itu dampaknya sangpasangan juga merasakan ikut menderita pula.

Sebagai contoh seorang laki-laki yang mengalami disfungsi seksual dahulu disebut dengan impotensi. Laki-laki yang mengalami disfungsi seksual ini tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi dengan cukup, untuk melakukan hubungan seksual. Kejadian ini bisa teradi sejak awal sehinga tidak pernah mampu melakukan hubungan seksual sejak awal. Tetapi ada laki-laki pula mengalami disfungsi ereksi kemudian, padahal sebelumnya fungsi alat vital ereksinya baik dan mampu melakukan hubungan seksual.

Pada dasarnya disfungsi ereksi dapat di sebabkan oleh faktor fisik (organik) atau faktor psikis. Beberapa faktor fisik bisa memicu terjadinya disfungsi ereksi antara lain trauma seksual pada masa lalu, lingkungan keluarga bersifat nigatif terhadap seks, konflik dengan pasangan, perasaan bersalah, kejemuhan, kekecewaan, pasangan yang sangat dominan serta takut tidak bisa memuaskan pasangan.

Beberapa faktor fisik yang menyebabkan disfungsi ereksi penis antara lain kencing manis, ganguan hati, kolestrol yang tinggi, gangguan jantung pembulu darah serta gangguan ginjal. Termasuk faktor fisik juga adalah beberapa bahan kimia dan obat, di samping beberapa oprasii di daerah kelamin.

Apapun yang menyebabkan disfungsi ereksi, pada ahirnya laki-laki yang mengalami ejakulasi dini tidak mampu mengontrol ejakulasi dininya sehinga terjadi dalam waktu singkat di luar kehendaknya. Maka laki-laki itu tidak mampu menahan ejakulasinya sampai pasangan mencapai orgasme. Akibat ejakulsi dini hubungan seksual segera berhenti atau bahkan tidak bisa berlangsung. Ejakulasi dini yang berlangsung lama pada ahirnya mengakibatkan disfungsi ereksi. Sebaliknya disfungsi ereksi dapat mengakibatkan ejakulasi dini.

Baca juga: Viagra Obat Penderita Impotensi

Berbagai Reaksi Bilamana Laki-Laki Mengalami Disfungsi Seksual

Bagi banyak laki-laki sebagaian besar dari masarakat, gangguan fungsi seksual pada umumnya seringkali dirasakan sebagai sesuatu yang memalukan, membingungkan, dan mengakibatkan tekanan mental.

Prilaku laki-laki yang mengalami gangguan fungsi seksual dapat berubah, sehingga menghindari situasi atau berhubungan seksual karna merasa takut akan gagal, atau mengatasi delemanya dengan membuat suatu alasan. misalnya menyalahkan pasangan, atau mencoba mengatasi masalahnya, dengan usaha yang biasanya membuat keadaan yang lebih buruk.

Rasa takut gagal melakukan hubungan seksual justru mengakibatkan semakin hilangnya dorongan seksual dan bisa lenyapnya ereksi. Semakin kuat dan lama rasa takut itu, semakin besar kemungkinanya mengalami kegagalan ereksi. Dalam jangka lama, rasatakut itu mengakibatkan menurunya rasa tertarik kepada seks, hilangnya percaya diri, dan berusaha mengontrol kecemasan dengan berkerja keras.

Selain itu, rasa takut berhubungan seksual sering menyebabkan salah satu atau kedua pasangan menjadi monoton selama intraksi seksual berlangsung, yaitu mengamati dan mengevaluasi reaksi seksual dirinya sendiri atau pasanganya. Dengan menjadi monoton dia menjadi kurang terlibat dalam aktivitas seksual.

Reaksi laki-laki terhadap disfungsi ereksi penis terjadi dalam beberapa bentuk, mulai dari kecemasan yang hebat ( merupakan reaksi yang paling khas) sampai sikap yang tidak ambil pusing ( paling tidak khas). Disfungsi seksual dapat menganggu hubungan pribadi dengan pasanganya karna timbulnya ketegangan, kekuwatiran, mudah tersingung dan frustasi. Apalagi pasanganya menunjukan sikap yang negatif, misalnya marah, kecewa mengejek, dan mengancam akan melakukan hubungan seksual sama pria lain.

Tetapi sebagian penderita disfungsi ereksi seksual justru ingin membuktikan kemampuanya dengan jalan melakukan hubungan seksual pada perempuan lain. Kalau ternyata tetap tidak mampu, maka ia semakin cemas dan takut. Tetapi sebaliknya kalau ternyata ia mampu ereksi dan mampu bisa melakukan hubungan seksual, maka dia semakin menyalahkan pasanganya sebagai penyebab disfungsi ereksinya.

Kalau penderita mampu melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, ini menunjukan bahwa disfungsi ereksi pada penis yang di deritanya adalah disfungsi ereksi psikogenik, yang diakibatkan hambatan psikis terhadap pasanganya. Hambatan psikis ini merupakan kejenuhan atau daya tarik pasangan, atau hal-hal yang lain. Hubungan yang berlanjut semakin dalam akirnya dapat mengakibatkan retaknya lembaga perkawinan.

Akibat Pada Istri Bilamana Laki-Laki Mengalami Disfungsi Seksual

Pasangan atau istri pendrita disfungsi ereksi juga mengalami akibat karena kekecewaan yang dialaminya. Beberapa gejala psikosomatis terjadi pada perempuan dan pasanganya mengalami disfungsi ereksi yaitu sakit kepala, susah tidur, mudah marah, dan terasa sakit di daerah pungung bagian bawah.

Sebagai istri atau pasangan penderita disfungsi ereksi menyalahkan dirinya sendiri atau tidak cukup menarik atau tidak mampu membangkitkan dorongan seksual, atau mungkin dia merasa takut telah memberikan tekanan mental sehinga menimbulkan disfungsi ereksi pasanganya.

Di sisi lain, pihak perempuan menyalahkan pihak laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi. Misalnya, dengan menuduhnya telah melakukan hubungan seksual ekstramarital, atau menuduh suaminya telaah menjadi homoseksual, atau tidak mencintai dirinya lagi sehinga tidak mampu mencapai ereksi.

Akan tetapi sebagian istri pasangan penderita disfungsi ereksi ahirnya melakukan hubungan seksual ekstramarital dengan laki-laki lain, untuk memenuhi tuntutan dorongan seksualnya. Bahkan ada penderita disfungsi ereksi pada penisnya, membiarkan pasangan berhubungan dengan pria lain yang dikenalnya. Laki-laki itu beralasan lebih baik dan lebih aman bila mengetahui dengan siapa pasanganya melakukan berhubungan ekstramarital.

Di pihak lain, ada suami yang tidak dapat menerima jika istrinya melakukan hubungan seksual pada pria lain, walaupun penyebabnya awalnya adalah ganguan disfungsi seksual yang dia alami.

Baik disfungsi ereksi atau ejakulasi dini ternyata bukan gangguan yang harus dibiarkan saja, mungkin penderita mengangap bukan masalah walaupun dia tidak mampu lagi melakukan hubungan seksual atau tidak mampu mengontrol ejakulasinya. Tetapi sunguh salah dia tidak memikir kepentingan  seksual pasanganya.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi, sbenarnya gangguan disfungsi seksual bukan lagi masalah yang sulit atau susah diatasi. Beberapa cara pengobatan disfungsi seksual telah tersedia bagi penderita disfungsi seksual dengan hasil cukup memuaskan. tetapi penderita jangan sampai terkecoh iklan yang menawarkan obat atau cara untuk mengatasi disfungsi  seksual, karena tidak sedikit ternyata hanya sebuah omong kosong saja.

Tidak sedikit penderita difungsi ereksi seksual menjadi semakin menderita karena merasa tidak sembuh walaupun sudah merasa berobat sesuai tawaran iklan, yang ternyata hanya tipuan belaka.

Itulah artikel Bilamana Laki-Laki Mengalami Disfungsi Seksual, artikel ini semoga bermanfaat , selamat membaca.

Baca juga kesehatan seksualitas Pria: Menguak Rahasia Sperma Pria