Jangan Sedih, Inilah Hikmah Putus Cinta Sama Seseorang yang Salah

HikmahPutusCintasamaseseorangyangsalah

Putus cinta dan patah hati merupakan salah satu hal terpahit menimpa hidup seseorang. Wajar sih.. setiap orang pasti ingin kisah cintanya berakhir bahagia. Mungkin tidak mudah untuk mengatur, kepada siapa kamu jatuh cinta. Atau mengatur siapa saja yang dipertemukan dengan kita, untuk ditakdirkan menjalin hubungan dan merancang masa depan. Suatu ketika pada akhirnya, kamu ditakdirkan memiliki seseorang yang menemani hari-harimu, sebagai pasangan atau pacar. Kamu merasakan kebahagiaan karena melepas status jomblo-mu.

Namun kemudian yang terjadi adalah terkadang semua hal tak berjalan seperti yang kamu inginkan. Perasaan-perasaan ketidakcocokan-pun kerap timbul dan kamupun mulai goyah. Awalnya, kamu berusaha melanjutkan hubunganmu dengannya. Kamu merasa tidak boleh menyerah, meski terkadang kamu merasa tidak akan ada gunanya lagi kalau diteruskan.

Di lubuk hati paling dalam, kamupun sudah tahu apakah si dia layak atau tidak menjadi pasangan. Namun kadang hati mengalahkan logika. Perlu beberapa kejadian untuk membuka mata kamu hingga akhirnya memutuskan untuk menyudahi hubungan. Dalam fase ini, kadang orang-orang berpikir tidak mau menjadi jomblo lagi. Cari pacar satu aja susah, masa mau diputusin begitu saja.

Namun sebenarnya, kamu memiliki pilihan untuk melewati siklus hidupmu ini jika ingin melihat dari sisi yang lain. Tidak harus meneruskan sesuatu yang salah dan bisa berakibat tidak baik untuk kesehatan, karena mau sebesar apa lagi kesalahan yang akan dibuat nanti? Banyak orang mengartikan jomblo identik dengan kesendirian. Kesendirian identik dengan berbagai macam konotasi negatif. Ujung-ujungnya, jomblo selalu dikaitkan dengan ketidakbahagiaan minim keasyikan. Namun yang ini lain. Menjadi jomblo karena putus cinta dengan seseorang yang salah, inilah keuntungan-keuntungannya:

Nggak Harus Berkorban Perasaan Lagi

Tak jarang kamu juga harus rela mengorbankan perasaanmu sendiri. Karena ingin menjaga perasaannya dan agar jangan sampai ia marah, maka kamu lebih banyak mengalah saat menghadapi konflik. Ingat, pikiran, akal dan logika sudah terkunci, sehingga apapun itu, kamu terpaksa mendahulukan menjaga hubunganmu dulu.

Cinta Itu Membutuhkan Pengorbanan, Tapi Bukan Mengorbankan Diri Pada Sesuatu Yang Salah

Yang paling mudah diamati adalah pengorbanan waktu dan tenaga. Hidupmu tidak lagi didedikasikan untuk sang kekasih. Waktu tersebut seharusnya secara proposional digunakan untuk aktifitas sehari-hari, misalnya untuk studi, teman-teman dan sahabat, keluarga, hobi positif, dan lain-lain. Ketika kamu rela meninggalkan teman-temanmu demi senantiasa bersama kekasihmu setiap saat, maka kamu menutup network dan jejaring untuk masa depanmu.

Tidak Harus Berkorban Perasaan Lagi

Selain mengorbankan waktu dan pertemanan, tak jarang kamu juga harus rela mengorbankan perasaanmu sendiri. Karena ingin menjaga perasaannya dan agar jangan sampai ia marah, maka kamu lebih banyak mengalah saat menghadapi konflik. Ingat, pikiran, akal dan logika sudah terkunci, sehingga apapun itu, kamu terpaksa mendahulukan menjaga hubunganmu dulu.

Ciri-cirinya, kamu sering minta maaf, demi menghindari konflik dan demi perasaan dia. Intinya, komunikasi sering gagal terjalin. Padahal dalam sebuah hubungan yang paling penting adalah komunikasi dan menjaga harmonisasi sebuah hubungan.

Kesimpulannya, dulu mungkin kamu dikekang untuk melakukan segala sesuatu yang disukai. Prioritasmu pun sempat beralih hanya untuk hubungan dan si dia. Namun kini, ini semua tentang kamu dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Tidak Dihantui Keterpaksaan Dalam Hidupmu

Ketika dulu perasaanmu tidak bahagia dan muncul keterpaksaan hanya karena ingin menjaga perasaannya, maka timbullah rasa terpaksa dalam hidupmu. Sekarang tidak lagi. Tidak ada lagi keterpaksaan yang memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan.

Bisa Kembali Tertawa Lepas

hikmahputuscintasamaseseorangsalahBerada di sebuah hubungan yang salah, menguras pikiran dan menyiksa hati kamu. Kadang kamupun tak mampu merasakan indahnya tawamu lagi, apalagi sampai bisa merasakan tertawa dengan suka cita. Menghabiskan waktu untuk tertawa bersama keluarga atau sahabat akan jauh lebih baik dibanding mengalahkan hati dan batin demi sebuah hubungan yang salah.

Bisa Fokus Pada Karir

Bagi kamu yang memiliki pekerjaan yang cocok dengan passion-mu, inilah adalah saat yang tepat untuk lebih berkonsentrasi menjalaninya.
Mencapai kinerja terbaik dalam bekerja sejatinya adalah kenikmatan yang membahagiakan. Tidak selalu berujung pada banjir pujian dari bos, mendapatkan tambahan bonus atau diganjar dengan kenaikan gaji, namun yang paling krusial yaitu kamu mendapatkan pembelajaran penting yang akan berguna bagi perjalanan karirmu selanjutnya.

Waktu Dengan Teman-Temanmu Adalah Kebersamaan Yang Sempurna dan Penuh Warna

Bila dulu selama kamu berpacaran, jarang mempunyai waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukannya. Rencanakanlah untuk membuat acara di akhir pekan bisa hubunggi lewat tlp atau hanya sekedar berkumpul santai sambil melakukan rutinitas. Kegiatan seperti ini akan selalu tersimpan dalam memori dan menjadi kenangan manis bagi kamu dan seluruh sahabatmu.

Memperdalam makna dan nilai-nilai kehidupanmu

Inilah saat yang tepat untuk memperdalam makna dan nilai-nilai dalam kehidupan yang kamu jalani sakarang dan di masa depan. Kebanyakan orang seringkali kurang memahami arti hidup yang sebenarnya. Kalau ketidakmapanan memaknai nilai kehidupan ini terjadi, kemudian kamu mendapatkan kehidupan baru bersama kekasihmu, maka itu sangat berbahaya. Karena prinsip-prinsip kamu bisa luruh dan hilang oleh dominasi prinsip-prinsip hidup kekasih barumu, yang sebenarnya kontradiktif dengan apa yang kamu yakini.

Pada saat sedang menikmati kesendirian, sebenarnya ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tujuan hidup dengan mengerjakan apa yang menarik minatmu. Apabila kamu tertarik untuk mempelajari bahasa baru, atau melakukan pekerjaan sosial dengan menjadi relawan di pedalaman, lakukanlah sekarang.

Bisa Menabung

Banyak hal yang bisa kamu lakukan atau beli saat ini. Tak perlu lagi membelikan si dia kado mahal di hari ulang tahun atau perayaan hari jadi hubungan. Uangmu bisa diinvestasikan ke banyak hal yang lebih penting, seperti mempersiapkan masa depan atau menyenangkan orangtua.

Uangmu akan utuh, atau tak mudah lari kemana. Tak perlu menyiapkan dana untuk dua orang kalau kamu pergi ke mana-mana. Memang, kalau pacaran, ada pasangan yang membayari makanan. Tetapi, berapa banyak, sih? Kadang, kamu pun harus membayar diri sendiri juga, atau kalau pasangannya matre, kamu juga yang kena. Jadi lajang, lebih murah, karena hanya harus bayar untuk 1 orang saja. Dan, tidak ada jadwal wajib, misalnya ngapel mingguan, yang mau tidak mau bakal memakan dana untuk membiayai acara tersebut. Kecuali kalau tujuannya cuma ketemu, duduk bareng dan ngobrol sampai jam malam berbunyi.

Waktu Yang Berlebih untuk Keluarga

Biasanya kalau punya pasangan, waktumu lebih banyak dihabiskan bersama si dia. Keluarga sering dijadikan urutan ke sekian. Nah, kalau lajang, kamu jadi punya banyak waktu untuk keluarga.

Saatnya Melakukan Hobi Sepuas-puasnya

Manfaatkan waktu kesendirianmu untuk menikmati hobi yang biasanya dilakukan. Jika kamu menyukai memasak, cobalah untuk memulai kelas memasak dan undang teman-temanmu untuk datang dan berbagi resep masakan. Atau jika kamu gemar berkebun, tidak ada salahnya meluangkan waktu yang dimiliki untuk membuat taman impian yang dipenuhi dengan bunga-bunga segar yang kamu tanam sendiri di teras rumah.

Bagi kamu yang gemar melakukan olahraga keras dan menantang, silakan kamu ceburkan dirimu sepuas-puasnya kedalamnya. Atau kalau kamu ingin mencoba olahraga baru yang unik, misalnya terjun payung, atau terbang layang, just go ahead bebas.

Bisa Berkencan dengan Siapa Saja

Nah, ini asyiknya berstatus jomblo. Dengan status lajang, kamu bisa berkencan dengan siapa saja. Mau menonton dengan si A, makan malam dengan si B, jalan-jalan bersama si C, tak ada yang melarang. Sambil, tentu saja, kalau masih berniat dapat pasangan, leluasa memilih mana yang pas jadi pendampingmu. Nah, tapi inggat, jangan sampai salah memilih pasangan lagi.

Itulah hikmah putus cinta sama seseorang yang Salah.