Keloid, Beberapa Cara Menghilangkan Keloid

Keloid, Beberapa Cara Menghilangkan Keloid

Keloid, Beberapa Cara Menghilangkan Keloid. Keloid yaitu jaringan parut hipertropik yang tercipta setelah luka sembuh dan bila dibiarkan berlarut-larut memang akan bertambah besar. Setiap luka pada perinsipnya akan meningalkan bekas. Namun bila masih dalam batas-batas normal, maka batasan kulit yang pernah luka dengan kulit normal tidak akan begitu jelas kelihatan. Hasilnya akan lain bila proses penyembuhan luka terganggu, misalnya terenfeksi kuman. Bekas luka atau jaringan parut ini tidak hanya membesar, namun cepat meluas.  Maka terbentuklah Keloid.

Sekilas keloid tampak seperti tumor atau benjolan berwarna merah muda, cerah, padat, dan bisa berukuran dari beberapa milimeter sampai sebesar kepalan tangan. Selain diiringi dengan keluhan gatal atau nyeri pada pada daerah keloid.

Memang lebih sering terjadi, Keloid timbul karena luka bakar infeksi. Walaupun demikian, ada kalanya Keloid muncul tnpa jelas penyebab atau kelainan yang mendahuluinya.

Seseorang bisa mengalami Keloid karna faktor bakat. Lebih rentan terhadap Keloid karena garis keturunan menghendaki demikian. Adapun dari segi umur, Keloid lebih menimpa mereka yang berusia 10-18tahun. Tanpa mengenal perbedaan jenis kelamin. Hal yang diketahui, Keloid lebih sering ditemukan pada ras kulit hitam dibandingkan kulit putih.

Keloid, Beberapa Cara Menghilangkan Keloid

Ada beberap cara yang dapat dipakai untuk menghilangkan Keloid, walaupun sampai saat ini hasilnya kurang memuaskan, antara lain, oprasi bedah pisau, bedah beku, bedah laser, radiasi sinar radioaktif, anti-metabolit dan anti-histamin.

Dari sekian banyak cara, yang diangkap paling efektif sampai sekarang adalah memberikan suntikan obat golongan kartikosteroid kedalam massa Keloid.

Tujuan penyuntikan obat ini untuk mengatifkan krmbali enzim kologenase yang berfungsi menghancurka kologen, serta mengecilkan pembulu darah yang menuju kemassa keloid, agar suplai makanan yang digunakan untuk pembentukan kologen berkurang.

Penyuntikan tidak boleh mendadak dihentikan agar keloid tidak segera kambuh. Kadang sipenderita mengalami sok akibat nyeri pada penyuntikan pertama, tetapi pada penyuntikan selanjutnya tidak lagi, karena umummnya massa Keloid telah lunak.

Tidak semua bagian  tubuh bisa ditumbuhi Keloid bila terkena luka. Ada bagian tubuh tertentu, seperti pundak, pungung bagian atas, leher, tungkai, dan paha bagian atas yang terhindar dari keloid. hal ini diperkirakan karena rengagan kulit diwilayh tersebut lebih besar. Namun tidak menutup kemungkinan Keloid tumbuh dikuping bagian bawah setelah ditindik. Hal itu biasanya terkena infeksi kuman ketika proses penyembuhan tengah berlangsung.

Keloid bis dicegah asal disertai perawatn luka yang cermat. Jangan sampai luka terkena infeksi kuman yang bisa mengakibatkan peradangan, terutama didaerah rawan Keloid, sperti pundak, dada, leher, paha, pingul. Caranya bila luka terlalu besar, segera kedokter untuk dijahit, jahitan tidak boleh tersentuh oleh air, 3-4 hari sesudahnya.

Disamping itu, upayakan sebelum jahitan diangkat. luka jahitan tidak boleh terbuka, sebab luka telanjang inilah yang akan memancing masuknya kuman.

Baca juga berita kesehatan: Stroke Dasar Penangulangan Stroke