Membina Komunikasi Seksual Yang Harmonis

Membina Komunikasi Seksual Yang Harmonis

Membina Komunikasi Seksual Yang Harmonis. Salah satu penyebab ketidak harmonisan dalam kehidupan seksual pasangan suami istri ialah hambatan dalam komunikasi, penyebab pengetahuan dan gangguan fungsi seksual suami istri atau keduanya.

Diantara ketiga penyebab itu, hambatan komunikasi tampaknya sederhana tetapi ternyata mudah mengatasinya. Pengetahuan mengenai seksualitas dapat dipelajari dalam membaca atau mendengarkan atau bertanya kepada seseorang yang menguasahi pengetahuan tersebut. Ganguan fungsi seksual tentu segera dapat diatasi dengan berkulsultasi dan mendapat pengobatan tenaga ahli.

Trtapi tidak semudah itu mengatasi hambatan komunikasi suami istri. Padahal hambatan komunikasi harus segera diatasi agar keharmonisan kehidupan seksual suami istri dapat dibina. Masalahnya, dalam komunikasi di perlukan peran aktif kedua belah pihak, sehinga kalau salah satu pihak tidak komunikatif, maka komunikasi terhambat. Justru inilah banyak terjadi dalam membina komunikasi seksual pasangan suami istri.

Membina Komunikasi Seksual Yang Harmonis Pasangan Suami Istri

Peranan Membina Komunikasi Seksual

Komunikasi suami istri, termasuk mengenai kehidupan seksual, memegang peranan penting bagi keharmonisan kehidupan seksual. Dengan komunikasi, suami istri dapat saling memahami seksualitas masing-masing. Dengan komunikasi pula, pasangan suami istri dapat mengetahui kemungkinan adanya masalah seksual. Dengan demikian setiap masalah seksual yang terjadi diharapkan tidak berakibat lebih buruk dan dapat segera diatasi.

Memang aneh kedengaranya kalau suami istri mengalami hambatan dalam berbicara tentang kehidupan seksual masing-masing atau kehidupan seksual mereka sebagai satu pasangan. Padahal sebagai pasangan suami istri mereka secara aktif melakukan hubungan seksual itu harmonis atau tidak.

Ternyata banyak pasangan suami istri yang mengalami hambatan itu. Ada suami yang mengeluh tidak puas dengan reaksi istrinya ketika melakukan hubungan seksual. Padahal memang istrinya tidak tau apa-apa yang dihendaki suami. Mengapa? Karna suaminya tidak pernah mengutarakan apa yang dihendaki dari istri ketika melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, sang istri merasa malu kalau sang istri bertanya terlebih dahulu mengenai apa yang harus dialakukan sesuai keinginan suami.

Sbaliknya banyak istri memedam kecewa selama bertahun-tahun tanpa diketahui suaminya. Setelah kekecewaan memuncak dan menimbulkan ketegangan diantara mereka, barulah sang suami baru tau bahwa selama itu ia selalu mengecewakan istrinya, setiap kali melakukan hubungan seksual. Saang suami tidak pernah mengetahui bahwa istrinya tidak pernah menikmati kehidupan seksual selama sekian tahun menikah dan dikaruniai anak.

Ini Hanya sekedar contoh sederhana bagaimana hambatan komunikasi dapat menimbulkan masalah seksual yang ada. Masih banyak contok masalah seksual yang dialami oleh pasangan suami istri, yang dihakibatkan tiadanya komunikasi seksual.

Di kalangan masarakat banyak terjadi pasangan suami istri yang tidak mampu melakukan atau mengalami hambatan dalam melakukan atau mengalami hambatan dalam melakukan komunikasi seksual. Keadaan ini sering merugikan pasangan tersebut, bahkan capkali menimbulkan akibat buruk.

Hambatan komunikasi seksual agaknya sangat dipengaruhi oleh pandangan umum yang mengangap tabu membincangkan tentang segala sesuatu yang berhubungan tentang seks, akibatnya hal itu terbawa setelah menjadi suami istri. Mungkin mereka merasa malu atau takut dianggap tidak sopan, atau takut tidak dilayani bila berbicara tentang kehidupan seksual dengan pasanganya. Padahal komunikasi seksual suami istri sangat diperlukan buat keharmonisan kehidupan seksual pasangan.

Di samping itu hambatan komunikasi agaknya berkaitan dengan tingkat pendidikan seseorang. Dengan pendidikan yang cukup, pasangan suami istri agaknya lebih membina komunikasi dibandingan dengan pasangan yang tingkat pendidikan kurang.

Komunikasi pada umumnya, dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal. Komunikas verbal dilakukan melalui kata-kata dan suara. Sedangkan komunikasi non verbal dilangsungkan lewat pandangan, sentuhan, atau perbuatan. Komunikasi seksual, demikian juga, dapat dilakukan juga cecara verbal atau nonverbal. Bedanya, dalam komunikasi seksual sering diperlukan pernyataan verbal, karena melalui pernyataan verbal pasangan dapat mengeksprikan perasaan atau emosinya yang bersifat erotik, yang ternyata bermanfaat dalam meningkatkan fungsi seksual. Tetapi sayang, justru komunikasi verbal inilah merupakan hambatan bagi banyak pasangan suami istri.

Baca juga: Seks Yang Harmonis Di Dalam Perkawinan