Menguak Rahasia Sperma Pria

Menguak Rahasia Sperma Pria

Menguak Rahasia Sperma Pria. Walaupun ilmu pengetahuan dan tehnologi telah mampu menguak rahasia sperma, tetapi mitos tentang cairan yang mengandung benih laki-laki ini masih tetap beredar luas. Maka tidak jarang kita mendengar laki-laki yang mengeluh tulang-tulangnya sakit karena terlalu banyak sperma yang di keluarkan melalui matrubasi. mereka berangapan sperma dibentuk di sum-sum tulang.

Tidak sedikit juga laki-laki tanpa maksud yang jelas, mengeluh spermanya encer. Banyak juga pasangan suami istri yang beranggapan hubungan seksual harus sering dilakukan selama hamil agar bayi didalam rahim disiram oleh sperma sehingga berkembang subur. Bahkan pada suatu acara ceramah, seorang dokter mengatakan bahwa satu sendok sperma sama nilainya dengan tiga gelas susu, sehingga menelan sperma bermanfaat besar.

Itu semua hanya beberapa contoh dari banyak mitos tentang sperma yang masih beredar luas di masyarakat, sampai saat ini. Padahal rahasia sperma sudah dapat dikuak dengan leluasa oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang reproduksi.

Seperti pada mitos yang lain tentang seks, mitos sperma dimanfaatkan oleh para pedagang ramuan atau jamu, yang menawarkan produk, antara lain ramuan untuk menyembuhkan sperma encer. Padahal tidak jelas apa yang dimaksud dengan istilah ini.

Menguak Rahasia Sperma Pria

Parameter Sperma Normal

Sebenarnya sejak mikroskop ditemukan oleh Antony van Leeuwenhoek beberapa abad yang lalu, misteri sperma sudah mulai diteliti. Didalam cairan sperma terdapat sel-sel spermatozoa. Pada sekali ejakulasi dikeluarkan sekitar 2-5 mililiter cairan sperma yang mengandung puluhan sampai ratusan juta sel spermatozoa. Sel spermatozoa diproduksi didalam kedua buah pelir (testis) sejak buah pelir mulai berfungsi, yaitu pada masa remaja awal, sekitar usia 12 tahun.

Setiap gangguan atau penyakit pada buah pelir dapat mengganggu proses pembentukan sel spermatozoa. Demikian juga hambatan dalam perkembangan buah pelir pada masa remaja dapat mengganggu proses pembentukan sel spermatozoa. Kalau proses pembentukan sel spermatozoa terganggu, berarti laki-laki dalam keadaan tidak subur atau bahkan mandul.

Bagian cairan terdiri dari cairan kelenjar vesika seminalis, cairan kelenjar prostat dan sedikit cairan kelenjar Cowper dan kelenjar Littre. Ketika terjadi ejakulasi, maka cairan kelenjar Cowper dan Littre dikeluarkan lebih dulu, menyusul cairan kelenjar prostat dan terakhir cairan kelenjar vesika seminalis. Diantara cairan kelenjar yang dikeluarkan pada saat ejakulasi, ternyata cairan kelenjar prostat yang mengandung sel spermatozoa paling banyak.

Sel spermatozoa inilah yang merupakan benih laki-laki yang dapat membuahi sel telur perempuan sehingga terjadi kehamilan. Setiap sel spermatozoa terdiri dari bagian kepala, leher dan ekor dengan bentuk yang khas dan dapat bergerak sehingga mampu mencari sel telur. Sperma yang normal mempunyai parameter sebagai berikut : volume 2-6 ml, pH 7,2-8, bau khas, warna kelabu pucat, 50% atau lebih bergerak maju, bentuk kepala 30% atau lebih oval, konsentrasi 20 juta per mililiter atau lebih dan mengandung sel darah putih lebih sedikit dari 1 juta per mililiter.

Diluar parameter normal tersebut, berarti sperma tidak normal. Dalam keadaan tidak normal, bagian apa pun yang terganggu, berarti kesuburan terganggu. Lebih jauh ini berarti terjadi hambatan dalam membuahi sel telur.

Komponen Kimia

Sel spermatozoa mengandung komponen kimia, baik dibagian permukaan maupun didalam selnya. Sebagian kepala sel spermatozoa dilapisi oleh suatu massa yang disebut akrosom. Akrosom mengandung beberapa enzim yang penting, agar sel spermatozoa dapat menembus sel telur ketika terjadi proses pembuahan.

Inti sel spermatozoa mengandung DNA, disamping beberapa zat seperti lemak, mukoprotein, fosfat, megnesium, besi dan kalium. Bagian leher mengandung beberapa bahan seperti kalium, kalsium, fosfat, zat besi dan kolesterol.

Bagian cairan juga mengandung beberapa komponen kimia, antara lain protein, fruktosa, asam sitrat, prostaglandin, spermin, seng, asam amino, vitamin C dan asam fosfatase.

Spermatozoa dan Jenis Kelamin Bayi

Barangkali laki-laki boleh berbangga memiliki sperma. Alasannya, bukan hanya karena sel spermatozoa aktif bergerak mencari sel telur, tetapi karena sel spermatozoa itulah yang menentukan jenis kelamin bayi.

Ada dua jenis sel spermatozoa sesuai dengan kromosom yang dimilikinya, yaitu sel spermatozoa dengan kromosom X dan sel spermatozoa dengan kromosom Y. Kalau sel spermatozoa X yang membuahi sel telur, maka akan terbentuk anak perempuan dan kalau sel spermatozoa Y yang membuahi sel telur maka akan lahir anak laki-laki.

Berdasarkan penelitian lebih jauh, ternyata didapat perbedaan antara spermatozoa X dan Y. Spermatozoa X memiliki bagian kepala lebih besar dengan bentuk oval, sedang spermatozoa Y memiliki kepala yang lebih kecil dengan bentuk bulat. Gerak maju spermatozoa X lebih lambat dibanding spermatozoa Y, dan spermatozoa X memiliki masa hidup lebih panjang. Disamping itu, spermatozoa X bersifat lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.

Berdasarkan perbedaan antara kedua jenis sel spermatozoa tersebut, dikembangkan beberapa cara untuk memisahkan spermatozoa X dan Y dengan tujuan dapat merencanakan jenis kelamin bayi sesuai dengan keinginan.

Tetapi agaknya peranan penting sperma dalam reproduksi akan menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Paling tidak itu telah ditunjukkan oleh hasil penelitian Dr. Ian Wilmut, seorang ilmuwan dari Institut Roslin, Edinburg, Scotlandia, yang telah berhasil menciptakan domba Dolly dengan cara rekayasa kloning. Dengan rekayasa kloning, mahluk baru dapat diciptakan tanpa sel spermatozoa, tetapi cukup hanya dengan sel somatik dari bagian tubuh makhluk yang akan dikloning.

Bukan tidak mungkin rekayasa kloning yang telah menghasilkan domba Dolly, dapat diterapkan pada makhluk manusia. Paling tidak Dr. Richard Seed, seorang ilmuwan Amerika Serikat telah mengumumkan rencananya untuk melakukan kloning manusia. Walaupun rencana gila itu telah ditentang oleh pemimpin umat Katolik Paus Yohanes Paulus II dan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, serta Presiden Perancis Jacques Chirac, agaknya rencana itu sulit dibendung.

Umat manusia, khususnya kaum laki-laki, tinggal menunggu apa yang akan terjadi. Kalau itu menjadi kenyataan, maka sperma akan kehilangan maknanya dalam reproduksi manusia. Dan kalau begini mungkin sperma akan kembali menjadi sebuah misteri.

Mudah-mudahan artikel yang kami buat tentang menguak rahasia sperma pria ini bermanfaat serta menambah wawasan pengalaman bagi Anda.

Baca juga kesehatan seksualitas pria: Uluran Tangan Membawa Nikmat