Menunggu Kehamilan

Menunggu Kehamilan

Menunggu Kehamilan. Seorang wanita muda sendirian, mendatangi tempat pratik dokter obsgin. Cantik. Tapi dandanannya agak berantakan. Pakaian yang dikenakan pun kurang matching. Matanya cekumg .Lelah. Saat ita ia berusaha tersenyum. Giginya ginsul. Pipinya berlesung pipit, “Sudah tujuh tahun saya menikah. Tapi, sampai saat ini belum dikarunia anak, Dok,” tuturnya. Dokter obsgin itu mendengarkan curhatnya.

Ketika menikah ia berusia 23 tahun. awalnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kebahagiaan. Suaminya seorang anggota direksi pada sebuah perusahaan ternama. Dia seorang sekretaris perusahaan. Lokasi perusahaan dengan suami  berjarak lumayan jauh. praktis, mereka harus bawa kendaraan sendiri-sendiri.

Seiring dengan berjalannya waktu,anak yang selalu didamba tak kunjung didapat. Sudah banyak dokter kandungan yang dikunjungi. Bahkan, beberapa kali ke paranormal. Hasilnya nihil. Dari hasil pemeriksaan dokter, ia dinyatakan subur. Sperma suami juga normal dan sehat.

Keluarga dari suaminya jadi berubah sikapnya. mereka sering berkata sinis. parahnya, suaminya juga mulai berubah. setahun terkhir, sering pulang larut tanpa alasan jelas. “Saya depresi berat, Dok. tolong saya,”lanjutnya sambil menahan tangis. “Sulit hamil tidak hanya dipengaruhi faktor kesuburan saja. Banyak faktor gaya hidup yang juga memengaruhi,” kata Dokter obsgin itu.

Gaya hidup yang sehat akan mempermudah terjadinya kehamilan. Peluang terjadinya pembuahan, bertemunya spermatozoid dengan sel telur akan jauh lebih besar. Kondisi psikologis , juga sangat berpengaruh. kehidupan rumah tangga yang harmonis dan terjalinnya komunikasi  yang baik, berpeluang besar mendapatkan kehamilan.” Boleh tahu,kapan anda terakhir melakukan tes kesuburan?” tanya dokter. ” Sekitar 3 bulan yang lalu,” jawabnya. “Saya sarankan, Anda datang berdua kesini. Hasil tes kesuburan terahir dibawa. Nanti saya coba untuk menganalisis gaya hidup yang selama ini di jalankan, ” lanjut dokter itu.

Wanita muda itupun kemudian berpamitan. Dia berjanji, secepatnya engajak suaminya berkunjung ke dokter itu.

Seminggu kemudian, suami pasangan muda itu datang berkunjung. Suaminya berpawakan tinggi besar, ggemuk, perutnya buncit. Bibirnya menghitam. Dan dadanya parlente. Usianya dua tahun lebih tua dari istrinya.

Setelah berbasa basi sebentar, ” Sebenarnya kami tidak ngoyo untk mempunyai momongan. Cuma orang tua dan keluarga besar saya mendesak terus. Istri saya jadi stres tertekan” Kata suaminya. Program anak harus ada jalinan kerja yang sangat kuat diantara suami dan istri. Semua harus berusaha maksimal. Meski tidak boleh menjadikan sebagai tekanan berat, ujar dokter itu.

Dari hasil tes, Anda berdua dinyatakan normal dan subur semua. Namun begitu, ada gaya hidup yang memperlambat kehamilan. Seperti nunda nikah dan kehamilan pertama. Diketahui, wanita umur 30-40 tahun, akan sulit hamil. Bahkan saat umur 45 tahun, hampir tidak mungkin hamil.

Semakin tua usia wanita, jumlah sel produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kwalitas secara dramastis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil muda seperti di usia 20-an, kata Mausa Shamonki, MD direktur spesialis kesuburan di Universitiy of California.

Kemudian faktor jumlah sperma. Jumlah sperma yang rendah atau kurang dari 20 juta per milimeter air mani, sulit untuk membuat sel telur. Menurut Mayo Clinic, ejakulasi normal harus mengandung setidaknya 39 juta sperma.

Terlalu kurus atau terlalu gemuk juga berpengaruh. Dalam kasus ini, suami harus menurunkan berat badan sampai mendekati berat iseal. Sedangkan istrinya, dianjurkan menaikan berat badanya. Berolah raga terlalu bberat, akan menyebabkan kehilangan lemak tubuh yang akan membantu membatu eksrogen yang memicu ovulasi. Kalau ini, suami harus berolah raga secara teratur, biar tidak gemuk seperti sekarang, kata dokter sambil tersenyum.

Kadang-kadang kebiasaan baik, seperti kosumsi suplemen malah beresiko terhadap kehamilan. Misalnya, terlalu banyak vitamin A yang disimpan dalam tubuh dapat menimbulkan cacat lahir, kelainan hati dan gangguan lain. Pengunaan pelumas yang tidak tepat, juga berakibat akan sulit hamil. Pastikan pelumas tersebut tidak mengandung bahan spermisida.

Faktor-faktor lain yang menghambat kehamilan, seperti kebiasaan merokok, mengomsumsi minuman beralkohol, dan terlalu banyak asupan kafein dalam tubuh. Scara psikologis, suami istri juga harus bisa atasi stres, menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Tanpa dimintai suami mengakui perbuatan menyimpangya. Setahun terahir, saya selingkuh, Dok, kata suami agak malu.

Perempuan itu wajahnya memerah. Matanya kembali berkaca-kaca, namun ia diam saja.

Selingkuh mempunyai efek domino. Suami merasa bersalah, stres, dan juga bisa kurang bergairah seks sama istrinya. Kwalitas spermanya juga akan menurun. Istrinya jauh lebih tertekan, depresi berat, dan kadang jadi menganggu kadar hormon dalam tubuh. Pada giliranya, akan sulit untuk terjadinya kehamilan. Guna memperbesar peluang terjadinya kehamilan, lakukan hubungan seksual pada puncak masa subur, lanjut dokter.

Pada wanita yang siklusnya haidnya normal 28 hari, puncak masa subur terjadi pada hari ke 14 dari hari pertama mensruasi. Masa suburnya hari ke 8 sampai dengan hari ke 21. Lakukan hubungan intim selang seling, dan dihitung ketika puncak masa subur giliran melakukan hubungan intim.

Meski istrinya dalam kondisi marah, suami istri tetap mendengarkan serius penjelasan dari dokter. Setelah dirasa cukup, mereka pun pamitan pulang. Mereka berjalan beriringan, tapi saling diam.

Sepulang dari dokter, mereka berbicara dari hati kehati. Suami berjanji tidak selingkuh lagi. Secara bertahap akan mengurangi kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol. Mereka memperbaiki komunikasi, terutama komunikasi seksualnya. Juga rutin melakukan hubungan seksualnya pada masa subur. Suaminya janji rajin joging. Karena suasanya kondusif, istrinya pun jadi relatif doyan makan.

Setelah semua pemeriksaan selesai, merekapun kemudian pulang. Diharuskan untuk kontrol rutin sebulan sekali untuk memonitor perkembangan bayi dan kesehatan ibu.

Sekitar 3 tahun kemudian, pasangan suami istri itu datang kembali untuk berkonsultasi. Mereka terlihat mesra. Meski masih terlihat agak gemuk, kataknya berat badanya sudah berkurang. Sosok parlenternya dan borjunya makin menonjol. Istrinyapun kelihatan segar dan badanya berisi. Matanya tidak cekung lagi. Berbinar. Mereka masuk ke ruangan praktek sambil bergandengan tangan. Sudah dua minggu ini, saya terlambat haid dok. Tadi pagi di tes kehamilan, hasilnya positif, kata si istri dengan raut senang bukan kepalang. Tadi pagi, kami seperti tidak percaya, hasilnya positif, kata suaminya. Wow, luar biasa. Syukur banget kalau begitu. Selamat rspons dokter. Istrinya dipersilahkan untuk tes ulang di klinik.

Baca juga berita kesehatan seksualitas pria: Penyebab Biseksual dan Cara Penyegahan