Penyebab Biseksual dan Cara Pencegahan

Penyebab Biseksual dan Cara Pencegahan

Penyebab Biseksual dan Cara Pencegahan. Ada tiga hal yang dapat mendorong seseorang menjadi biseksual. Nah, penyebab biseksual diantaranya… Pertama, pengalaman seksual yang di dapatkan dari persahabatan yang begitu dekat antara pria dan wanita. Misalya, persahabatan antara kedua pria yang salah seorangnya mempunyai kecendrungan prilaku homoseksual. Secara tidak sadar, kedekatan ini mengandung prilaku homoseksual, meski mungkin kelak mereka mencari pasangan seorang wanita. Tetapi, karena mereka pernah menikmati prilaku homoseksual, kebiasaan itu dilanjutkan.

Kedua, adanya sekelompok orang yang membentuk pergaulan biseksual. Kelompok ini berusa memperkenalkan filosofi tentang biseksual. Secara tidak sadar, suatu pasangan yang normal menjadi tertarik dan terjerumus di dalamnya. Biasanya sekelompok ini cukup selektif dalam merekut korbanya dan bersifat tertutup.

Ketiga, adanya lingkungan yang memaksa mereka menjadi biseksual. Misalnya, para narapidana pria. Pria yang semula orientasi seknya normal, karena menjali hukuman di penjara yang hanya terdapat pria saja, maka penyaluran seksualnya menjadi pada sesama pria. Hal ini juga bisa dapat terjadi para tentara yang berperang di hutan-hutan, di mana sulit menemukan wanita. Dikatakan pula, para fiminis yang memperjuangkan gerakan emansipasi, dapat membawa seorang wanita menjadi biseksual. Karena secara tidak sadar, mereka akan membenci pria. Rasa senasip dan perjuangan dapat membawa mereka ke dalam prilaku ini.

Sampai saat ini, para ahli masih menduga-duga apa sebenarnya penyebab seseorang menjadi biseksual. Freud, seorang ahli psikoanalisis menyatakan, usia 4-6 merupakan face paling menentukan untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan seksual. Saat itu, anak masih dalam face genital. Masa di mana anak menyukai memainkan genetilnya dan mendapatkan suatu kenikmatan. Hanya saja rasa erotisnya tertuju pada orang yang dekat sama dia. Tidak mengherankan, jika pada anak laki-laki di face genital ingin memiliki ibunya. Bahkan seakan-akan ingin kawin dengan ibunya untuk menyaingi sang ayah. Situasi pada anak laki-laki itu, dikenal masa Oedipus. Pada anak wanita, si ibulah menjadi saingan untuk memiliki ayahnya, dan di kenal sebagai ElektraComlex. Prilaku anak masa genital seperti itu masih tergolong normal, asalkan mereka dapat melaluinya dengan baik.

Tetapi dalam keadaan tertentu, proses indentifikasi terhadap ayah atau ibu mengalami kegagalan. Misalnya, karena ayah terlalu sibuk bekerja atau ibunya terlalu dominan. Dengan demikian, seseorang anak laki-laki akan meniru sikap ibu dan keduanya. Akibatnya, sikap ini terbawa sampai dewasa. Demikian pula pada anak wanita, yang di tiru justru sikap si ayahnya atau keduanya. Kegagalan proses idenfikasi inilah yang diduka sbeagai asal muasal terjadinya penyimpangan.

Sementara ahli lain berpendapat, biseksual terjadi justru disaat masa pubertas. Pada masa pubertas, terjadi hubungan persahabatan yang mendalam, perasaan yang romantis yang kuat dan pengalaman-pengalaman seksual yang baru. Misalnya, sekelompok anak laki-laki membandingkan besar alat kelaminya, saling melakukan onani, dan lain-lain. Pengalaman ini memberikan dampak, ternyata teman-teman laki-laki pun bisa membawa kekembiraan seksual. Pengalaman ini terkadang dapat diulangi setelah kawin dengan wanita. Demikian pada wanita. Pengalaman di tingal pacarnya, membuat ia dekat teman wanitanya yang begitu sayang pada dia. Apa lagi jika perkawinanya gagal, kemungkinan menjadi biseksual menjadi lebih besar.

Susan Noelen Hoeksema dalam bukunya Abnormal Psyhology, mengatakan bahwa prilaku penyimpangan seksual 90 persen lebih diderita oleh pria. Namun, saat para peneliti menemukan ketidak normalan pada hormon testoteron ata hormon-hormon lainya yang di duka menjadi penyebab prilaku seks menyimpang, hasilnya tidak konsisten. Artinya, kecil kemungkinan prilaku seks menyimpang di sebabkan ketidak normalan hormon seks pria atau hormon lainya. Penyebabnya tampaknya lebih berkaitan dengan pelampiasan dorongan angresif atau permusuhan, yang lebih mungkin terjadi pada pria dari pada wanita.

Penyebab lainya diduka dapat prilaku seks menyimpang ialah menyalahgunakan obat dan alkohol. Obat-obatan tertentu memungkinkan seseorang yang memiliki potensi prilaku seks menyimpang pelempaskan fantasi tanpa hambatan kesadaran.

Kemudian faktor lingkungan, keluarga dan budaya di mana seseorang anak di besarkan, ikut mempengaruhu prilaku seksnya. Anak yang sering mendapatkan hukuman secara fisik dari orang tuanya dan mendapatkan kontak seksual yang agresif, lebih mungkin agresif dan impulsif secara seksual terhadap orang lain di saat dewasa.

Pencegahan Biseksual

Guna mencegah terjerumus ke dalam lingkungan biseksual, ada beberapa saran yang di sampaikan.

Pertama, Jika menjalin persahabatan dengan sesama pria atau sesama wanita, jangan sampai menimbulkan kebergantungan dan ketertutupan. Apalagi jika diduga, ia mempunyai kecenderungan menyukai sesama jenis.

Kedua, hidari ajakan untuk menambah pengalaman seksual. Misalnya, melakukan hubungan sejenis sebagai variasi dan lain-lain.

Ketiga yang terahir, hindari pergaulan yang menjurus kearah biseksual. Apapun alasanya, pergaulan itu merupakan pergaulan yang sakit.

Bacar juga berita kesehatan seksualitas pria: Penyimpangan Seksual