Putus Cinta, Wanita Ini Menikahi Dengan Kucingnya

putuscintawanitainimenikahidengankucingnya

Ketika Barbarella Buchner putus dengan kekasihnya selama tujuh tahun, dia mengira tidak akan menemukan cinta lagi. Siapa sangka kalau jodohnya ada di depan mata yakni, dua ekor kucing.

Seperti yang diketahui banyak orang, memiliki binatang peliharaan berfungsi menentramkan emosi seseorang bahkan membuat bahagia dan menurunkan tingkat stres. Banyak fenomena yang terjadi antara majikan dan hewan peliharaannya dari yang norma sampai yang tak lazim. Ada-ada saja ulah manusia sekarang. Ada seorang wanita yang merayakan sepuluh tahun pernikahannya dengan dua kucing kesayangannya, Barbarella Buchner.

putuscintawanitainimenikahkucingnya

Seperti yang dilansir oleh Dailymail.co.uk, Buchner berpikir takkan bisa jatuh cinta lagi setelah putus dengan kekasihnya yang telah berhubungan dengannya selama tujuh tahun. Tapi, hal lain di luar dugaan, Buchner jatuh cinta lagi, anehnya pada kedua kucing peliharaannya. Perempuan yang berusia 48 tahun itu, menikahi dua kucing kesayangannya satu dekade lalu. Dan, dia bahagia hidup bersama Spider dan Lugosi, dua kucing jantan miliknya.

Baginya, berkomitmen dengan manusia itu merepotkan dan banyak perselisihan yang sebenarnya itu hal yang sepele. Misalnya, mantan Buchner menginginkan chatting sedangkan dia tidak. Sedangkan, Lugosi dan Spider berbeda. Dia merasa pasti bahagia menikah dengan Lugosi dan Spider. Dia merasa tidak kesepian, dan tidak menyesal atas berakhirnya hubungannya dengan pria. Dan tidak peduli dengan omongan orang lain tentang pernikahannya dengan kucing.

menatolenganya

Wanita yang berprofesi sebagai desainer web Lanzarote membuktikan kecintaannya pada kedua kucing itu dengan membuat tato inisial nama kedua kucing tersebut di kaki kanannya dan memiliki koleksi pernak-pernik serba kucing.

Ketika Buchner mendapat kesempatan mengadopsi kucing sendiri di usia 34 tahun, dia mengambil tanggung jawabnya sendiri dengan serius. Baginya, memiliki kucing seperti memiliki seorang bayi atau anak. Sebelum mengadopsi kucing, dia belajar banyak tentang cara memelihara kucing di internet. Kemudian, bergabung dengan komunitas pecinta kucing semakin menambah wawasannya.

barbarakecilasliSejak kecil, Buchner mengaku selalu memiliki hewan peliharaan kucing dan tidak mau berbagi dengan orang lain. Kucing selalu menjadi favoritnya. Namun, dulu baginya kucing yang diadopsi orang tuanya tidak dapat membuatnya jatuh cinta karena itu bukan hasil adopsi dirinya sendiri. Saat itu, kucing hanya menjadi mainannya. Orang tua Buchner yang memberi makan dan membawa ke dokter. Sedangkan, dia tidak. Tentu orangtua Buchner mengajarinya agar menghormati kucing dan tidak berlaku jahat pada kucing.

Pada tahun 2000, Buchner membawa dua kucing untuk pertama kalinya dari penampungan hewan di East London. Itulah cinta pada pandangan pertamanya ketika dia melihat kedua kucing peliharaannya. Dia tidak akan pernah melupakan hari itu. Mereka menggosok diri sendiri dan mendengkur.

Dia sadar bahwa perasaan cinta itu bisa melalui dengkuran dan cara mereka menggaruk wajah kecilnya, aneh bukan? Meskipun Buchner mengakui telah menjalin hubungan dengan beberapa pria namun dia tidak pernah menikah. Dia tidak pernah menginginkan menikah dengan kekasih manusianya.

barbarasertifikatpernikahanaslidengankucingnyaBaginya, Lugosi dan Spider berhasil mengobati perasaan sakit hatinya dan kecemasan serta kesedihan mendalamnya karena perpisahan yang dialami. Dia menangis berminggu-minggu di bulu kucing-kucingnya setelah putus dengan pasangannya. Dan, dia merasa tenang.

Buchner mengeluarkan biaya makanan untuk kucing-kucingnya lebih mahal darinya, makanan satu kucing mencapai 17 Euro per minggu. Anda bisa hitung berapa rupiah yang dikeluarkan Buchner untuk makanan kucing-kucingnya. Karena, dia ingin kedua kucingnya tetap sehat.

Buchner berharap dunia memahami bahwa pernikahannya dengan Lugosi dan Spider adalah hubungan yang positif. Tidak ada hal sesat atau menjijikkan antara mereka bertiga. Lugosi dan Spider adalah teman Buchner selama 14 tahun, sehingga itu merupakan hubungan terpanjang yang pernah dijalani Buchner.

“Hal ini seperti pernikahan gay, selama mereka senang, mengapa ada orang harus mengkritik kami?” ucap Buchner. Hmm, lalu bagaimana pendapat Anda terkait fenomena ini.