Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita

Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita

Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita. Tidak sedikit pria yang mengeluh dorongan seksualnya menurun sehinga kemampuan seksualnya menjadi terganggu semenjak pasanganya kehilangan sebuah payudara karena dioprasi. Sementara pasangan yang kehilangan satu payudaranya merasa dorongan seksualnya biasa saja dan tetap ingin menikmati kehidupan seksualnya. Ahirnya timbulah tidak keharmonisan seksual pada pasangan itu.

Payudara memang tidak termasuk organ seksual maupun reproduksi, tapi organ yang satu ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan fungsi seksual dan reproduksi.

Seiring dengan perkembangan seksual dan reproduksi, payudara juga mengalami perkembangan karna ppengaruh hormon seks. Ketika seorang wanita melakukan fungsi reproduksinya, yaitu melahirkan bayi, maka payudarapun mulai berfungsi memberi makanan bagi sang bayi.

Payudara sebenarnya terdiri dari klenjer-klenjer susu, jaringan lemak dan jaringan fibraous. Puting susu dan jaringan sekitarnya (areola mamma) terutama terdiri dari serat-serat otot dan jaringan dari ujung-ujung perasa. Karena itulah bagian puting susu sangat peka terhadap rasangan. Dan inilah menjadikan payudara menjadi salah satu bagian tubuh yang peka rangsangan, di samping pipi, bibir, leher, dinding perut, paha bagian dalam, dan kelamin, khususnya klitoris dan G spot.

Karena struktur demikian inilah, payudara mempunyai hubungan sangat erat dan fungsi seksual reproduksi, bahkan bukan hanya bagi wanita sendiri melainkan juga bagi pria pasanganya.

Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita

Simbol Seksualitas, Feminitas, Day Tarik

Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita mempunyai nilai erotik dan merupkan simbol seksualitas, feminitas, day tarik. Tidak aneh bila kemudian payudara sebagai simbol seksualitas, feminitas, day tarik telah dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk tujuan komersial. Lihat saja iklan mobil, kulit depan majalah, iklan obat, pameran model pakaian, film, lukisan, patung, dan masih banyak lagi, memanfaatkan payudara sebagai daya tarik.

Sejak masa lalu manusia menyadari tentang arti payudara, tetapi lebih banyak dalam hubunganya dengan fungsi reproduksi, yaitu menyusui bayi. Kesadaran ini agak berlaku universial diweluruh muka bumi.

Dalam mengeksprikan nilai erotik payudara kebudayaan setempat sangat berperan dan telah menimbulkan perbedaan di beberapa negara atau daerah. Di jepang dan cina misalnya, pada masa lalu perempuan menutup rapat-rapat payudara dibalik pakaian yang berlapis-lapis. Di beberapa negara Afrika, perempuan membiarkan payudaranya terbuka seseolah bukan suatu yang punya nilai tersendiri. Demikian juga di irian dan bali pada masa lalu. Sedangkan pada masarakat amerika, yang indetik dengan barat, payudara mempunyai daya tarik erotik dan simbol seksualitas, feminitas dan day tarik.

Kini perempuan kita semakin menyadari arti payudara sebagai simbol seksualitas, feminitas, day tarik. Tentu saja ini tidak lepas dari pengaruh kebudayaan barat yang mengangungkan  payudara sebagai tubuh yang mempunyai daya tarik erotik, di samping mempunyai simbol simbolfeminitas. Kesadaran ini juga tidak lepas dari pengaruh kemajuan sosial ekonomi, sehinga orang semakin perduli dengan bagian-bagian tubuhnya setelah memenuhi kebutuhan lainya.

Karena wanita menyadari bahwa payudara mengandung daya tarik, husunya pada pria, maka wajar banyak wanita yang berusaha memperindah payudara. Tetapi penilaian inda itu bagai mana? Apakah payudara besar yang menantang itu yang indah? atau yang tergantung dan melambai-lambai? atau yang kecil bagai tak berdaya?

Agaknya payudara pun berlaku norma yang universal, ukuran yang berlebihan tidak menarik, payudara yang terlalu besar terlalu mengerikan dan mengundang perhatian yang tidak menyenangkan, bahkan merepotkan pemiliknya. Ukuran kecil tidak menarik, walaupun pada masanya dulu di negara-negara barat pernah populer payudara kecil mendekati rata. Kini malah payudara kecil rata tidak lagi populer. Ini terbukti banyaknya wanita yang berusah membesarkan payudaranya dengan berbagai cara, mulai cara rasional sampai tidak rasional.

Siapa yang sebenarnya yang menentukan ukuran besar dan kecilnya payudara sebagai daya tarik? Jawabanya, tentu orang lain yang memperhatikanya. Orang lain itu mungkki pria, maupun wanita.Kalau pria ikut menentukan, itu sebabnya pria berkepentingan dengan payudara wanita sebagai salah satu bagian tubuh yang mempunyai daya tarik seksual. Disisi lain, wanita juga sangat memperhatikan payudara karna menyaadari bagian itu mempunyai daya tarik sama lawan jenisnya, justru fungsi untuk menyusui pada umumnya dilupakan ketika wanita asik memperhatikan bentuk dan ukuran payudaranya.

Payudara Dan Reaksi Seksual

Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita. Ketika terjadi siklus reaksi seksual, maka payudara seperti organ kelamin dan organ lainya mengalami reaksi sehinga mengalami perubahan bentuk akibat rangsangan seksual, payudara menjadi tegang dan mempesar, puting susu dan sekitarnya juga tegang dan membesar. Perubahan ini semakin bertambah sampai perempuan mencapai orgasme, sebagai puncak reaksi seksual.

Rangsangan langsung pada payudara dapat menimbulkan reaksi seksual dan membantu meningkatkan reaksi seksual untuk mencapai puncaknya, yaitu orgasme. Bahkan sebagian wanita dapat mencapai orgasme hanya dengan menerima rangsangan pada payudara. Tetapi hanya sekitar 50% wanita mengalami reaksi seksual karena menerima rangsangan pada payudara. Berarti dipihak lain tidak sedikit wanita yang hanya sedikit wanita  yang hanya sedikit merasakan sensasi erotik, ketika menerima rangsangan pada payudaranya.

Aebaliknya justru pria, sekitar 75%, mejadi terangsang sendiri ketika memberikan rangsangan payudara pada pasanganya. Ini menunjukan bahwa pria lebih berkepentingan terhadap payudara dari pada wanita sebagai pemiliknya sendiri. Reaksi seksual pada pria tersebut bersifat psikis, karna memang banyak pria tertarik pada payudara.

Banyak orang berangapan bahwa wanita seksi dengan payudara yang besar menantang adalah wanita yang mempunyai dorongan seksual yang besar, mudah bereaksi seksual dan mudah mencapai orgasme. Angapan itu benar-benar salah. Tidak ada hubunganya dengan payudara dan penampilan seksi penampilan seseorang wanita dengan dorongan seksual dan fungsi seksualnya. Yang benar adalah, bahwa ukuran dan bentuk payudara, serta penampilan seseorang wanita, mempunyai hubungan erat dengan reaksi seksual pria.

Beberapa perempuan justru mengeluh mempunyai beban moral karena diangap menikmati kehidupan seksualnya dengan baik, hanya penampilan yang seksi dengan payudara penampilan menarik. Padahal mereka mengalami gangguan fungsi seksual berupa kegagalan mencapai orgasme atau disfungsi orgasme. Sebaliknya tidak sedikit perempuan yang terkesan tidak seksi dengan bentuk dan ukuran payudara yang tidak menarik, ternyata dapat menikmati kehidupan seksual pada pasanganya. Ini juga menunjukan ukuran dan bentuk payudara lebih punya arti erotik pagi pria daripada wanitanya sendiri, dalam membina seksual bersama.

Sensivitas seksual payudara tidak tergantung kepada ukuran dan bentuk payudara. Reaksi seksual wanita terhadap rangsangan pada payudara ditentukan oleh kebiasaan dan pengalaman, faktor psikis, dan struktur biologis payudara, terutama struktur syaraf.

Pada umumnya stoktor biologis payudara normal sama seperti wanita. Tetapi kebiasaan dan pengalaman menerima rangsangan erotik pada payudara,  di samping waktor pesikis ketika menerima rangsangan, sangat penentukan sensitivitas seksual payudara. Maka tidaklah aneh bila sebagian wanita kemudian merasa tidak cukup terangsang bahkan gagal mencapai orgasme, bila tidak lagi menerima rangsangan erotik pada payudara.

Upaya Memperindah Payudara

Upaya memperindah payudara bukanlah suatu yang buruk, asalkan dilakukan dengan cara-cara yang ilmiah, bertangung jawab, dan ditujukan untuk membina kehidupan seksual yang harmonis dan bahagia. Sebaliknya, Hindarilah upaya yang tidak ilmiah karena hanya menimbulkan kesia-siaan, bahkan bisa menimbulkan yang tidak diinginkan.

Itulah artikel Seks Dan Daya Tarik Payudara Wanita semoga artikel ini bermanfaat, selamat membaca.

Baca juga kesehatan seks: Mengenal Lebih Dalam Tentang Orgasme Pada Perempuan