Stroke Dasar Penanggulangan Stroke

Stroke Dasar Penanggulangan Stroke

Stroke Dasar Penanggulangan Stroke. Stroke adalah istilah klinis dalam ilmu kedokteran dan merupakan salah satu tahap penyakit pendarahan darak keotak. Strok atau bencana peredaran darah diotak dapat menyebabkan kematian atau cacat seumur hidup. Strok merupakan penyebab cacat nomor satu pada kelompok usia 45 tahun. Banyak angotanya menjadi infalid, cacat, tidak mampu lagi hidup berdikari, dan bergantung pada belas kasihan orang lain. Strok telah disepakati tahun 1990 bahwa secara perkembangan klinis ditetapkan menjadi berikut.

Transient Ischemic Attack (TIA) ( gangguan peredaran darah otak sejenak) terjadi apabila kelinan persarafan yang muncul dalam waktu kurang 24 jam telah kembali normal.

Reversible Ischemic Neorological Deficit (RIND) terjdi bila pemulihan manifestasi klinis yang tergangu berlangsung selama 24 jam hingga beberapa hari secara sempurna.

Sroke In Evolution (Strok yang cenderung memburuk) terjadi kelainan neorologis yang terus berkembang dari jam ke jam kerah pemburukan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Completed Stroke ( strok lengkap ) terjadi sejak awal serangan hingga lebih dari 24 jam manifestasi klinis menetap.

Manifestasi klinis biasanya mengenai:

Fungsi motorik, misalnya lumpuh, kejang
Fungsi sensorik, kesemutan
Gangguan saraf kepala, misalkan juling, pelo, sukar menelan
Gangguan kordinasi, pusing tuju keliling
Funfsi luhur, misalnya tidak sadar, koma, tak dapat bicara, mendadak tolol, lupa diri sendiri
Ganguan otonom, misalnya ngompol, buang air besar tidak disadari.

Stroke Dasar Penanggulangan Stroke

Semua bersifat mendadak, satu sisi dapat pula kedua sisi tubuh. Strok harus dicegah memang dapat dicegah. Saat ini telah diketahui beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi lebih rentah terhadapt strok, yang disebut sebagai faktor resiko strok. Bila faktor ini bisa ditanggulangi dengan baik, kemungkinan resiko strok dapat dikurangi. Faktor resiko strok yang telah diketahui ialah sebagai berikut.

  • Umur: Makin lanjut usia, makin besar kemungkinan untuk mendapatkan strok, bahkan ada pengamatan bahwa pda umur 80 tahun lebih akan ditemukan 1 penderita strok diantara 3 orang penduduk.
  • Keturunan: Bila seorang ayah mendapat strok sebelum usia 55 tahun atau seorang ibu usia 65 tahun, anaknya mempunyai kemungkinan lebih besar untuk juga mendapatkan strok.
  • Kepribadian: Mereka yang berkepribadian tpye A cenderung lebih rentan untuk mengalami strok.
  • Stres emosional, karena menaikan tekanan darah
  • Kelainan jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, diabetes mellitus, terlalu gemuk, merokok, kurang gerak badan.

Stroke Dasar Penanggulangan Stroke, Cara Mencegah Penyakit Stoke Yang Dapat Lakukan Diantaranya Adalah :

  • Makan sehat: Menjalani pola makan yang sehat dan mengonsumsi makanan yang menyehatkan adalah salah satu cara untuk menghindari stroke. Konsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, serta hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, daging olahan, atau lainnya.
  • Olahraga: Berolahraga ringan selama 40 menit atau lebih setiap hari ditambah dengan olahraga yang sedikit berat di akhir minggu akan menurunkan risiko stroke.
  • Berhenti merokok: Kebiasaan merokok berdampak pada risiko stroke. Jika ingin menghindari stroke, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok.
  • Berhenti minum alkohol: Minum hingga sembilan gelas alkohol per minggu bisa meningkatkan risiko stroke. Karena itu jika ingin menurunkan risiko stroke, salah satu caranya adalah dengan menghentikan kebiasaan minum alkohol.
  • Menjaga berat badan: Memiliki berat badan ideal juga bisa membantu Anda menurunkan risiko stroke. Caranya adalah dengan berdiet dan menjaga pola makan, serta gaya hidup yang sehat.
  • Periksakan tensi darah secara rutin: Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.
  •  Kendalikan penyakit jantung: Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.
  • Atasi dan kendalikan stres dan depresi: Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.
  • Kurangi garam: Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.

Penyakit Stroke dan Penyembuhannya

Penyakit stroke dan penyembuhannya dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, penyembuhan dengan menggunakan obat-obatan medis dari dokter. Pengobatan dengan menggunakan bantuan obat-obatan medis harus secara continue dan terus-menrus di jaga kadar kolesterol jahat dalam darahnya.

Kedua, dengan menjalankan fisiotherapy. Terapi ini adalah terapi untuk menjalankan dan mengembalikan kerja otot otot tubuh agar seperti kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan oleh pasien yang didampingi instruktur. Terapi ini juga mengharuskan jadwal yang rutin dan disiplin. Pasalnya jika tidak dilakukan secara rutin akan menyebabkan kelumpuhan.

Penyakit stroke tingkat keberhasilannya bervariasi. Ada yang bisa sempurna dan ada yang hanya 50 persen saja. Presentase kesembuhan penyakit stroke ini tergantung pada kondisi serangan stroke. Selain itu ketekunan, keuletan dan kemauan penderita untuk sembuh juga turut menyumbang presentase kesembuhan penyakit stroke.

Selain itu semua dukungan keluarga penderita stroke terhadap penderita juga sangat penting. Dukungan ini sangat membantu proses penyembuhan penderita. Motivasi dan kehangatan kasih sayang keluarga tentu akan menimbulkan semangat penderita.

Mencegah Agar Strok Tidak Kambuh

Stroke dapat kambuh dan sering kambuh, bila kambuh keadaan bisa tambah gawat lagi. Selama masih ada faktor resiko, ada kemungkinan resiko kambuh. Maka itu, apabila stroke kambuh, tanyalah cepat kepada dokter yang merawat apa yang menyebabkanya dan usahakanlah agar faktor resiko tersebut diatasi secepatnya.

Itulah artikel Stroke Dasar Penanggulangan Stroke, semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua, selamat membaca.

Baca juga berita kesehatan: Waspadai Stres